Sopo Godang

Sekapur Sirih

Galeria Foto

Swimwear

Popular

Atjeh Archieve

Timor File

Beranda Tamu

Atjeh Archieve 


Ulee Gle Suatu Petang Yang Panas

Kamis (12/10) petang sekitar pukul 17.00, tiba-tiba dentuman senjata terdengar sangat gencar ketika sejumlah kendaraan pengangkut personel Brimob melintas. Anak-anak dan mereka yang sedang belanja atau duduk di kedai, segera lari tunggang-langgang menyelamatkan diri. Pemilik toko menutup pintu rapat-rapat. Jalanan senyap.

Secara serempak aparat keamanan berloncatan dari kendaraannya, mengepung kawasan ini sembari melepaskan tembakan secara membabi-buta ke udara. Mereka menggedor pintu, memaksa warga keluar, dan mengumpulkannya di sisi jalan raya.

Entah bagaimana asal-muasalnya, tiba-tiba saja dari sebuah toko terlihat api mulai menyala. Dalam sekejap menjalar ke segala arah, dan menjadikan Ulee Gle mirip neraka. Sedikitnya 98 ruko dan 33 kios, berikut isinya, musnah.

ULEE Gle, Tiro, dan Simpang Titeu-Keumala, hanyalah sebuah peristiwa kecil dari rangkaian kekerasan yang mencabik-cabik kehidupan rakyat Aceh. Sejak deklarasi perang tahun 1873 oleh kolonial Belanda, negeri ini nyaris tidak pernah sepi dari tindak kekerasan dan eksekusi kilat. Ekspedisi militer yang dipimpin oleh Van Daalen saja, misalnya, menewaskan ribuan rakyat Aceh. Dalam satu penyerangan merebut benteng Kuta Reh di Tanah Alas pada Juni 1904, sebanyak 561 penduduk tewas di tangan pasukan Van Daalen. Di antaranya 189 wanita dan anak-anak.

Pembakaran rumah dan harta benda penduduk seperti diperagakan Brimob di Tiro dan Ulee Gle,... Terus..


Lara Bukit Tengkorak
 


Berita Duka Lainnya dari Aceh